Analisis Numerik Stabilitas Lereng Terhadap Curah Hujan Pada Tanah Tak Jenuh

Jurnal Teknik Sipil, 2024

Full text Open access: Gold Metadata (CSL-JSON)
DOI 10.5614/jts.2024.31.3.5
Data confidence 70 medium
How this score is calculated

It is built from checkable properties of the record itself: whether the article has a DOI, how many independent sources confirmed its data, whether the required fields are filled in, and how recent the latest confirmation is. Disagreement between sources and a missing identifier lower it. A value of 80 or above means the record was published without further checking; 60 to 79 means it is published at reduced confidence, with a manual check advisable. A record verified by an editor by hand is never pushed below 90 by a recalculation. This scores our data about the article, not the article itself.

Abstract

Abstrak Perubahan iklim yang tak menentu membuat infiltrasi curah hujan dengan intensitas tinggi dapat terjadi di masa yang akan datang. Hal ini dapat menyebabkan keruntuhan pada lereng akibat infiltrasi curah hujan. Wilayah Indonesia memiliki wilayah yang sangat rentan terhadap keruntuhan lereng akibat curah hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik distribusi tekanan air pori dan stabilitas lereng selama hujan pada lereng asli melalui permodelan numerik. Kurva karakteristik air-tanah diukur menggunakan high-suction polymer sensors (HSPS). Perubahan volume pada tanah didapatkan menggunakan 3D scanner. Pemodelan numerik dilakukan dengan bantuan GeoStudio. Analisis rembesan dilakukan menggunakan SEEP/W untuk memperoleh perubahan distribusi tekanan air pori akibat infiltrasi curah hujan. Stabilitas lereng dilakukan dengan menggunakan SLOPE/W untuk menentukan faktor keamanan lereng akibat infiltrasi air hujan. Hasil penelitian menunjukkan intensitas dan durasi curah hujan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas lereng. Semakin lama durasi curah hujan dan dengan intensitas yang tinggi dapat menyebabkan penurunan faktor keamanan yang semakin besar. Hal tersebut disebabkan karena daya hisap pada tanah telah berkurang dan menyebabkan kekuatan geser pada tanah menjadi lebih rendah sehingga dapat menyebabkan kegagalan pada lereng. Kata-kata Kunci: Tanah tak jenuh, kurva karakteristik air-tanah, infiltrasi curah hujan, stabilitas lereng